Jumat, 03 April 2015
Kriteria Film yang baik dan sempurna
lightcinemapicture.blogspot.com - Hai agan sineas semua. kali ini LCP akan memposting tentang bagaimana membuat sebuah film yang berkualitas baik dan meninggalkan pesan mendalam bagi para penonton. LETS CHECK THIS OUT. Untuk para sineas (pembuat film) pasti kalian memimpikan film yang kalian buat banyak mendapat apresiasi dari penonton dan mendapat standing applause untuk film kalian. tapi tidak jarang ada pula film yang dibuat sedemikian rupa dengan budget mahal dan cerita yang menurut kita bagus tapi malah mendapatkan sebuah kritikan tajam dari para penonton dan kritikus. Sedangkan Bagi anda pecinta film, tentu pernah mendapat pengalaman menonton film yang dikira bagus ternyata jalan ceritanya jelek bahkan hampir keseluruhan Film malah jelek. Bagaimana agar kita bisa menilai suatu film bagus atau tidak? Faktor faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas sebuah film?
Banyak hal yang mempengaruhi sebuah film, dari ide cerita, penokohan sampai sutradara berpengaruh terhadap film tersebut. Untuk itu, saya mencoba menulis ciri ciri film yang berkualitas berdasarkan aspek aspek tersebut beserta Contoh dari film berkualitas dan maupun yang tidak berkualitas. Hal yang perlu dicatat disini, kita tidak bisa menyatakan apakah sebuah film bagus atau tidak hanya berdasar satu aspek, tapi penggabungan dari aspek aspek yang ada, kadang ada film yang bagus dari ide cerita namun jelek dalam adegan atau pun efeknya. Untuk segi fondasi awal yang pertama harus diperhatikan yaitu :
1. Tidak menyinggung SARA!!
Kenapa ini saya simpan paling atas karena hal ini merupakan fondasi awal kita membuat film dan seterusnya akan terus mengalir membangun suatu kesatuan cerita yang utuh. banyak film indonesia yang mempunyai konsep cerita yang bagus tapi karena masalah SARA, film tersebut di banned dan tidak boleh ditayangkan. padahal dari segi cerita sangat orisinil. kita boleh idealis dalam membuat film. tapi tetap mengikuti aturan main sesuai UU yang berlaku di indonesia.
2. Ideologi politik
Sudah jelas bahwa politik merupakan suatu hal yang dilarang untuk difilmkan. Ideologi politik setiap orang berbeda - beda dan dari perbedaan itu dapat terbentuk suatu sistematika baru dalam menjalankan pemerintahan Indonesia. tetap ketika ideologi dibenturkan bahwa ideologi politiknya lebih baik dari ideologi lain sampai dibuat film tentu akan berakibat buruk yang menimbulkan banyak fitnah dan kesalahpahaman di mata para konsumen film sebagai orang awam politik.
3. Ketertiban umum
ketertiban umum merupakan hak mutlak yang harus dipegang kuat oleh para warga indonesia terutama para sineas yang akan mempublikasikan filmnya. maksud dari ketertiban umum adalah film yang tidak mengandung cerita yang isinya memancing kemarahan dari sebagian pihak. seperti yang dijelaskan diatas, Indonesia merupakan negara multikultural dan multiagama. sebagai warga yang baik tentu kita tidak ingin membuat film yang mengorbankan peperangan antar suku, ras, dan agama.
Dari segi cerita film yang berkriteria baik adalah :
1. Ide Segar & Plot Cerita Yang Mengalir
Sebelum anda menonton sebuah film, lihat dulu ide cerita dibalik Film tersebut, anda bisa melihat di situs situs film atau membaca Tagline dari film. Penikmat film sangat menikmati suatu ide cerita yang masih segar dan tidak mainstream sehingga membuat dunia film lebih hidup dan tidak monoton dari segi cerita. contoh film dalam indonesia adalah "Catatan Akhir Sekolah" yang dibuat pada tahun 2005. pada masa itu adalah jayanya pembuatan buku kenangan di seluruh SMA di Indonesia. karena orisinalitas dari film tersebut yang membuat suatu kenangan sekolah dengan cara difilmkan menyebabkan semua SMA di indonesia mengekor dari ide cerita film tersebut.
2. Dialog
Dialog yang bagus akan membuat jalan cerita mudah dipahami dan cerita akan mengalir alami. Dialog yang kaku akan membuat ide cerita sebagus apapun tidak akan bermanfaat dengan dialog yang tidak mengalir. Contoh dialog film yang bagus adalah Mahabaratha yang mengedapankan analalogi dan filosofis yang mendalam. Contoh dialog yang kaku dan jelek adalah The last Air bender serta hampir semua film dan sinetron indonesia.
Saya kasih contoh salah satu dialog sinetron indonesia yang bener bener jelek
Plot: Seorang cewek yang di ganggu dan digodain cowok di kampus, terus ci cewek lapor ke dosen :
Cewe mahasiswa:” Pak, si A nih gangguin terus”,
Dosen Ke Si A :” kamu itu A, kalau kamu masih seperti ini, Saya suruh orang tuamu kesini!”
Dialog paling konyol sepanjang sejarah, nih sepertinyanya si penulis dialog udah kebiasan menulis sinetron SMA terus disuruh menulis dialog adegan di Kuliah. Crap, really crap!!!
3. Narasi Non Linier
Sebagian besar film umumnya mengunakan narasi linier yang cenderung monoton yaitu opening film, pengenalan tokoh, isi cerita, konflik, dan ending. itu sangat membosankan kawan. Lawan dari narasi ini adalah Non Linier. Narasi non linier mempunyai ciri jalan cerita meloncat loncat dan bahkan kadang awal dari film adalah akhir dari film itu sendiri. tentunya ini harus didukung dengan ide cerita dan plot yang menarik. Contoh film dengan narasi non linier yang berkualitas adalah 3 Idiots dan 500 Days of summer yang memberikan ending yang tak terduga bagi para penikmatnya.
4. Aktor Dan Penokohan Yang Kuat
Mau sebagus apapun cerita, sutradara, dan cinema look dari film jika para tokoh tidak mendalami karakter dalam memainkannya, film itu akan tetap dicap sebagai film yang buruk. Rata - rata para aktor dan aktris memiliki ideologi yang salah dalam memerankan suatu tokoh. ideologi mereka adalah "memerankan" tokoh. Yang benar adalah "menjadi" tokoh seperti yang pernah dikutip dari aktor Indonesia yaitu Anjasmara. Beliau memerankan tokoh "Cecep" dalam film "Wah Cantiknya" sangat brilian karena ideologi dia adalah bukan "memerankan" Cecep tapi "menjadi" Cecep sehingga film itu mendapat sambutan luar biasa dari para penggemarnya. untuk aktor luar negeri yang bertalenta dalam menjadi karakter yang kuat adalah Johny Deep dalam perannya sebagai "Jack Sparrow" dalam film Pirates Of CaribbeanContoh film yang para aktornya asal asalan adalah The last Air Bender dan Lovely complex (drama jepang). Ide cerita keduanya bagus, namun karena tokohnya tidak menjiwai perannya membuat keduany menjadi film yang sangat tidak berkualitas dilihat dari penokohannya.
5. Sutradara Berbakat
Sutradara adalah seseorang yang menentukan bagus tidaknya sebuah film. Umumnya masing masing sutradara mempunyai “gaya khas” yang berbeda dalam menggarap sebuah film. Michael Bay sangat luar biasa dalam menggarap film bervisual efek tinggi seperti "Transformer" dan Peter Jackson yang sangat mumpuni dalam membuat film fantasi petualangan seperti "Lord Of The Ring dan The Hobbit" dan Riri Riza yang sangat unggul dalam film bernuansa alami dan natural seperti "Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi"
6. Kostum, Lokasi Shuting Dan Efek
Kriteria ini yang menentukan apakah kualitas film bagus atau tidak. Umumnya film yang bersetting di Masa depan atau masalah lalu akan terlihat kualitasnya dari kostumnya, makin mendekati kenyatan atau sejarah(jika film tentang masa lalu) maka makin bagus filmnya. Contoh film yang kostumnya bagus adalah Red Cliff dan Lord Of the Ring.
Efek adalah hal terakhir yang menentukan suatu film bagus atau tidak. Contoh film yang efeknya bagus adalah Inception, Avatar, The Matrix dan The Day After Tomorrow.
Itulah beberapa faktor yang menentukan kualitas bagus dan tidaknya sebuah film. film yang idealis akan selamanya bagus jika tetap mengikuti aturan yang berlaku. karena kita memang diwajibkan sebebas - bebasnya dalam mengembangkan ide suatu cerita film sehingga dunia perfilman lebih berwarna. so tunggu apa lagi. "LETS MAKE A MOVIE"
join us
group facebook LIGHT cinemapictures
fanspage facebook Light cinema pictures Film & Studio Televisi · Fotografer
Email lcpmovie@yahoo.com
twitter @filmmaker_LCP
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar