Jumat, 03 April 2015

Kriteria Film yang baik dan sempurna


lightcinemapicture.blogspot.com - Hai agan sineas semua. kali ini LCP akan memposting tentang bagaimana membuat sebuah film yang berkualitas baik dan meninggalkan pesan mendalam bagi para penonton. LETS CHECK THIS OUT. Untuk para sineas (pembuat film) pasti kalian memimpikan film yang kalian buat banyak mendapat apresiasi dari penonton dan mendapat standing applause untuk film kalian. tapi tidak jarang ada pula film yang dibuat sedemikian rupa dengan budget mahal dan cerita yang menurut kita bagus tapi malah mendapatkan sebuah kritikan tajam dari para penonton dan kritikus. Sedangkan Bagi anda pecinta film, tentu pernah mendapat pengalaman menonton film yang dikira bagus ternyata jalan ceritanya jelek bahkan hampir keseluruhan Film malah jelek. Bagaimana agar kita bisa menilai suatu film bagus atau tidak? Faktor faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas sebuah film? 

Banyak hal yang mempengaruhi sebuah film, dari ide cerita, penokohan sampai sutradara berpengaruh terhadap film tersebut. Untuk itu, saya mencoba menulis ciri ciri film yang berkualitas berdasarkan aspek aspek tersebut beserta Contoh dari film berkualitas dan maupun yang tidak berkualitas. Hal yang perlu dicatat disini, kita tidak bisa menyatakan apakah sebuah film bagus atau tidak hanya berdasar satu aspek, tapi penggabungan dari aspek aspek yang ada, kadang ada film yang bagus dari ide cerita namun jelek dalam adegan atau pun efeknya. Untuk segi fondasi awal yang pertama harus diperhatikan yaitu :



1. Tidak menyinggung SARA!!
Kenapa ini saya simpan paling atas karena hal ini merupakan fondasi awal kita membuat film dan seterusnya akan terus mengalir membangun suatu kesatuan cerita yang utuh. banyak film indonesia yang mempunyai konsep cerita yang bagus tapi karena masalah SARA, film tersebut di banned dan tidak boleh ditayangkan. padahal dari segi cerita sangat orisinil. kita boleh idealis dalam membuat film. tapi tetap mengikuti aturan main sesuai UU yang berlaku di indonesia.

2. Ideologi politik
Sudah jelas bahwa politik merupakan suatu hal yang dilarang untuk difilmkan. Ideologi politik setiap orang berbeda - beda dan dari perbedaan itu dapat terbentuk suatu sistematika baru dalam menjalankan pemerintahan Indonesia. tetap ketika ideologi dibenturkan bahwa ideologi politiknya lebih baik dari ideologi lain sampai dibuat film tentu akan berakibat buruk yang menimbulkan banyak fitnah dan kesalahpahaman di mata para konsumen film sebagai orang awam politik. 

3. Ketertiban umum
ketertiban umum merupakan hak mutlak yang harus dipegang kuat oleh para warga indonesia terutama para sineas yang akan mempublikasikan filmnya. maksud dari ketertiban umum adalah film yang tidak mengandung cerita yang isinya memancing kemarahan dari sebagian pihak. seperti yang dijelaskan diatas, Indonesia merupakan negara multikultural dan multiagama. sebagai warga yang baik tentu kita tidak ingin membuat film yang mengorbankan peperangan antar suku, ras, dan agama. 

Dari segi cerita film yang berkriteria baik adalah :

1. Ide Segar & Plot Cerita Yang Mengalir
Sebelum anda menonton sebuah film, lihat dulu ide cerita dibalik Film tersebut, anda bisa melihat di situs situs film atau membaca Tagline dari film. Penikmat film sangat menikmati suatu ide cerita yang masih segar dan tidak mainstream sehingga membuat dunia film lebih hidup dan tidak monoton dari segi cerita. contoh film dalam indonesia adalah "Catatan Akhir Sekolah" yang dibuat pada tahun 2005. pada masa itu adalah jayanya pembuatan buku kenangan di seluruh SMA di Indonesia. karena orisinalitas dari film tersebut yang membuat suatu kenangan sekolah dengan cara difilmkan menyebabkan semua SMA di indonesia mengekor dari ide cerita film tersebut. 


2. Dialog
Dialog yang bagus akan membuat jalan cerita mudah dipahami dan cerita akan mengalir alami. Dialog yang kaku akan membuat ide cerita sebagus apapun tidak akan bermanfaat dengan dialog yang tidak mengalir. Contoh dialog film yang bagus adalah Mahabaratha yang mengedapankan analalogi dan filosofis yang mendalam. Contoh dialog yang kaku dan jelek adalah The last Air bender serta hampir semua film dan sinetron indonesia.

Saya kasih contoh salah satu dialog sinetron indonesia yang bener bener jelek

Plot: Seorang cewek yang di ganggu dan digodain cowok di kampus, terus ci cewek lapor ke dosen :

Cewe mahasiswa:” Pak, si A nih gangguin terus”,

Dosen Ke Si A :” kamu itu A, kalau kamu masih seperti ini, Saya suruh orang tuamu kesini!”

Dialog paling konyol sepanjang sejarah, nih sepertinyanya si penulis dialog udah kebiasan menulis sinetron SMA terus disuruh menulis dialog adegan di Kuliah. Crap, really crap!!!


3. Narasi Non Linier
Sebagian besar film umumnya mengunakan narasi linier yang cenderung monoton yaitu opening film, pengenalan tokoh, isi cerita, konflik, dan ending. itu sangat membosankan kawan. Lawan dari narasi ini adalah Non Linier. Narasi non linier mempunyai ciri jalan cerita meloncat loncat dan bahkan kadang awal dari film adalah akhir dari film itu sendiri. tentunya ini harus didukung dengan ide cerita dan plot yang menarik. Contoh film dengan narasi non linier yang berkualitas adalah 3 Idiots dan 500 Days of summer yang memberikan ending yang tak terduga bagi para penikmatnya.


4. Aktor Dan Penokohan Yang Kuat
Mau sebagus apapun cerita, sutradara, dan cinema look dari film jika para tokoh tidak mendalami karakter dalam memainkannya, film itu akan tetap dicap sebagai film yang buruk. Rata - rata para aktor dan aktris memiliki ideologi yang salah dalam memerankan suatu tokoh. ideologi mereka adalah "memerankan" tokoh. Yang benar adalah "menjadi" tokoh seperti yang pernah dikutip dari aktor Indonesia yaitu Anjasmara. Beliau memerankan tokoh "Cecep" dalam film "Wah Cantiknya" sangat brilian karena ideologi dia adalah bukan "memerankan" Cecep tapi "menjadi" Cecep sehingga film itu mendapat sambutan luar biasa dari para penggemarnya. untuk aktor luar negeri yang bertalenta dalam menjadi karakter yang kuat adalah Johny Deep dalam perannya sebagai "Jack Sparrow" dalam film Pirates Of CaribbeanContoh film yang para aktornya asal asalan adalah The last Air Bender dan Lovely complex (drama jepang). Ide cerita keduanya bagus, namun karena tokohnya tidak menjiwai perannya membuat keduany menjadi film yang sangat tidak berkualitas dilihat dari penokohannya.


5. Sutradara Berbakat
Sutradara adalah seseorang yang menentukan bagus tidaknya sebuah film. Umumnya masing masing sutradara mempunyai “gaya khas” yang berbeda dalam menggarap sebuah film. Michael Bay sangat luar biasa dalam menggarap film bervisual efek tinggi seperti "Transformer" dan Peter Jackson yang sangat mumpuni dalam membuat film fantasi petualangan seperti "Lord Of The Ring dan The Hobbit" dan Riri Riza yang sangat unggul dalam film bernuansa alami dan natural seperti "Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi" 

 
6. Kostum, Lokasi Shuting Dan Efek
Kriteria ini yang menentukan apakah kualitas film bagus atau tidak. Umumnya film yang bersetting di Masa depan atau masalah lalu akan terlihat kualitasnya dari kostumnya, makin mendekati kenyatan atau sejarah(jika film tentang masa lalu) maka makin bagus filmnya. Contoh film yang kostumnya bagus adalah Red Cliff dan Lord Of the Ring.
Efek adalah hal terakhir yang menentukan suatu film bagus atau tidak. Contoh film yang efeknya bagus adalah Inception, Avatar, The Matrix dan The Day After Tomorrow.



Itulah beberapa faktor yang menentukan kualitas bagus dan tidaknya sebuah film. film yang idealis akan selamanya bagus jika tetap mengikuti aturan yang berlaku. karena kita memang diwajibkan sebebas - bebasnya dalam mengembangkan ide suatu cerita film sehingga dunia perfilman lebih berwarna. so tunggu apa lagi. "LETS MAKE A MOVIE"


join us
group facebook         LIGHT cinemapictures
fanspage facebook   Light cinema pictures Film & Studio Televisi · Fotografer
Email                         lcpmovie@yahoo.com
twitter                         @filmmaker_LCP 

Minggu, 21 Desember 2014

Bagaimana Cara Membuat Film Horor


lightcinemapicture.blogspot.com - Hai agan sineas semua. kali ini LCP akan memposting tentang bagaimana cara membuat film horor yang membuat penonton yang melihat akan terlonjak kaget dari tempat duduknya. film horor sudah sangat terkenal di indonesia tahun 80an saat era alm Ibu Suzzana yang menjadi legenda dan mendapat julukan ratu horor indonesia. dan julukan itu bukan sekedar hanya cap saja, julukan itu muncul karena film horor yang disajikan benar - benar membuat penonton yang menonton di era itu sangat ketakutan dan tidak bisa tidur. itu berarti membuktikan bahwa film itu sangat berkualitas dan membuat jumpscare penontonnya. nah dibawah ini adalah bagaimana tips membuat film horor yang telah dirangkum dalam berbagai sumber. berikut tipsnya.

1. Ciptakan Suasana yang berubah secara mendadak
Dalam film horor, hal pertama yang harus diperhatikan adalah jangan langsung membawa penonton ke suasana horor secara inti terlalu lama dalam opening filmnya. itu berakibat rasa penasaran penonton akan jauh berkurang dan tidak akan kaget di saat film mendekati titik klimaks. jika ingin dimunculkan hantunya terlebih dahulu, perlihatkanlah sekilas saja untuk memicu rasa penasaran penonton seperti dalam film Insidious. ciptakan suasana yang tenang dan damai terlebih dahulu untuk membuat penonton merasa hanyut dalam cerita. ceritakan dulu latar belakang pemain, setting, dan alur sehingga penonton dibuat mengerti dari inti cerita film tersebut. lalu buatlah dari suasana damai tersebut dibuat berubah seperti hari yang berubah menjadi malam atau lolongan anjing dan hembusan angin yang kencang.

2. Karakter berbeda dari tiap pemain
Dalam film horor, banyak karakter yang berbeda bagi setiap pemain seperti pemberani, penakut dll. ciptakan 4 karakter secara garis besar. 

a) Peran utama yang biasanya mempunyai sifat lebih pemberani dari teman - temannya dan memiliki rasa   penasaran yang tingg untuk mendekati tempat yang seram dan bahaya. 

b) Pemain yang mempunyai karakter sangat penakut dan akan jadi korban dalam cerita

c) Pemain yang mempunyai karakter sangat sombong dan tidak percaya adanya hantu atau hal gaib apapun. karakter ini biasanya mati paling akhir. 

d) Pemain yang selalu memperingatkan tokoh utama untuk tidak mendekati tempat yang seram dan bahaya. karakter ini akan muncul di awal cerita. dan akan jadi penolong karakter utama saat dia dalam bahaya saat cerita mendekati klimaks.

3. Berikan alasan kuat untuk mendekati tempat berbahaya
Di bagian ini adalah titik dimana cerita horor mulai naik emosi gradasinya. bisa disebut sebagai pemicu cerita ini terbentuk. alasan kuat banyak macamnya seperti pemain utama yang penasaran dengan daerah angker atau mungkin ada pemain yang hilang secara tiba - tiba yang memaksa karakter utama dan kawan - kawannya mendekati daerah tersebut.

4. Jumpscare!!
Ini adalah point terpenting atau bisa disebut bumbu cabai dalam suatu makanan. semua film horor selalu memakai jumpscare dalam tiap franchise filmnya. jumpscare adalah suatu adegan yang bersifat mengagetkan atau muncul secara tiba - tiba dan diiringi dengan sound effect. dicirikan sebagai hantu yang berkelebat secara cepat di belakang pemain atau wajah hantu yang muncul secara tiba - tiba. jumpscare terbukti ampuh membuat penonton berteriak atau sekedar melompat dari kursi. yang menentukan film horor seram atau tidak selain alur cerita dan hantu yang seram adalah efek jumpscare. efek jumpscare contohnya dibawah ini.
 https://www.youtube.com/watch?v=fGT87k_CVJ0

5. Bangkitkan suasana horor
Selain jumpcare, item - item yang dibutuhkan dalam film horor adalah musik. pemilihan musik harus sangat tepat antara adegan dengan alunan musik agar emosi penonton terbangun. selain itu munculkan hal yang bersifat gaib seperti bangku yang bergerak sendiri, benda yang jatuh tiba - tiba, sarang laba - laba di sudut ruangan, suara derit pintu, suara tawa atau tangis yang tak jelas dari mana asalnya, sampai lolongan serigala. kombinasi yang tepat dari semua ramuan item tersebut sangat dibutuhkan untuk membuat film horor menjadi sangat menakutkan

 6. Sendirian
Item ini bisa dibilang titik dimana cerita hampir klimaks. dimana setiap pemain terpencar dan akhirnya mereka bergerak sendiri - sendiri. 87% penonton akan cepat terbawa suasana saat adegan pemain sedang sendirian karena otak penonton akan memproyeksikan adegan pemain tersebut ke dalam alam bawah sadarnya. sehingga penonton seolah - olah merasakan kengerian sama seperti pemain tersebut. dalam film horor pemain terpencar dikarenakan diculik oleh hantu atau meninggal daerah berbahaya tersebut. dalam film slasher, biasanya karakter dibunuh.

7. Cliffhanger
Item ini sangat sering dipakai dalam setiap Franchise ending film Horor seperti INSIDIOUS, PHOBIA, dan JAILANGKUNG. Cliffhanger adalah ending dari film yang bersifat menggantung atau cerita tidak selesai. gradasi film ending Cliffhanger ini bersifat kurva turun mendekati akhir saat ending dan tiba - tiba mendadak naik yang menimbulkan sejuta pertanyaan di hati penonton. biasanya ditandai dengan hantu yang yang datang kembali secara tiba - tiba. menurut para sineas horor, Cliffhanger menimbulkan kesan bahwa hantu atau hal yang bersifat gaib tidak akan hilang karena itu bersifat abadi dan selalu terulang kembali di kehidupan yang lain. 

Nah itulah sedikit tips dari Light Cinema Pictures tentang cara membuat film horor. tidak selamanya film horor memunculkan adegan vulgar atau dunia malam, karena terbukti banyak film horor yang berhasil tanpa menculkan adegan tersebut. kita seharusnya bangga dengan jasa para sineas pendahulu kita karena dulu film horor indonesia era 80an menjadi film horor terbaik. dan sebagai generasi berikutnya kita harus meneruskannya, jangan pernah menyerah untuk membuat film yang berkualitas. seperti kata orang bijak 

"jangan mengejar kesuksesan lalu kau dapat bahagia, tetapi berbahagialah dulu seperti apapun dirimu sekarang maka kesuksesan akan datang" 

nah kawan sineas, selamat membuat film.


join us
group facebook         LIGHT cinemapictures
fanspage facebook    Light cinema pictures Film & Studio Televisi · Fotografer
Email                        lcpmovie@yahoo.com
twitter                       @filmmaker_LCP







  

Kamis, 11 Desember 2014

Trik Membuat Naskah Film

lightcinemapicture.blogspot.com - Hai agan sineas semua. kali ini LCP akan memposting tentang trik dan tata cara membuat naskah dalam film. perlu dipahami bahwa naskah film dan drama teater hampir sama cara penulisannya. yang membedakan adalah bahwa di naskah film ditambahkan waktu pada tiap adegannya setiap pagi, siang, sore atau malam. sudah banyak penulis naskah terbaik di indonesia contohnya Mira lesmana yang merangkap penulis naskah dan produser dalam film "PETUALANGAN SHERINA"

Naskah yang baik tentu saja akan menghasilkan film yang berkualitas pula. inilah perlu adanya kerja sama dan chemistry yang kuat antara 3 posisi job desk yang menjadi pilar utama dalam membuat suatu film yaitu produser yang bertugas mendanai dan memfasilitasi semua item - item cerita di dalam suatu naskah. Lalu penulis naskah yang yang bertugas merangkai cerita, emosi antar karakter, setting juga waktu dalam cerita tersebut. dan yang terakhir adalah Sutradara. jelas karena sutradara bertanggung jawab penuh memvisualisasikan semua adegan dalam kerangka naskah tersebut. inilah diperlukan kerjasama yang kuat dari 3 pilar tersebut. jika sutradara gagal memvisualisasikan naskah, berdampak pada pesan cerita dari naskah yang ditulis oleh penulis naskah tidak tersampaikan dan dana yang keluar dari kantong produser sia - sia dan siap - siap saja para kritikus film akan menghujat habis - habisan film yang kita buat.



Banyak sineas film - film di indonesia atau luar negeri melakukan 2 pekerjaan sekaligus yaitu sutradara sekaligus penulis naskah dengan tujuan mengurangi banyaknya kerjasama dengan banyak orang sekaligus menghemat biaya pembuatan film. Namun, dengan kematangan skenario yang dibuat, akan lebih memungkinkan menghasilkan film yang baik pula. Ada beberapa point penting sebelum menciptakan sebuah skenario. agan harus tahu dulu bagaimana cerita dasar sebuah film, karakter yang bermain dalam film tersebut, hingga lokasi di mana adegan dibuat. Nah, mengenai skenario, kira-kira seperti apa sih contoh format skenario film? lets check this out.

a. Judul Scene
film biasanya dibuat dengan menampilkan tempat suatu adegan dalam cerita tersebut. untuk di dalam ruangan menggunakan INT (intern) dan dan di luar ruangan menggunakan EXT (extern) Umumnya, format penulisan menggunakan font Times New Roman, 12 pt, Capital, Bold, dan Underline. Contoh:
1.      INT. RUMAH BUDI (DI PERUMAHAN SEDERHANA) – PAGI.
2.      EXT. KUBURAN BELANDA – MALAM.
b. Nama Pemeran
Sebenarnya, format skenario internasional dalam penulisan nama tidak umum dituliskan. Namun, di Indonesia ada beberapa penulis skenario menganggap menuliskan nama penting dan berada tepat di bawah judul scene. Umumnya menggunakan Times New Riman, 10 ot, Capital. Contoh:
INT. RUMAH BUDI (DI PERUMAHAN SEDERHANA) – PAGI.
BUDI, PEMILIK RUMAH
c. Deskripsi Visual
Deskripsi visual adalah keterangan suasana, tempat kejadian, dan peristiwa yang ada dalam scene tersebut, inilah yang merupakan patokan seorang Sutradara untuk memvisualisasikan cerita dalam naskah tersebut Contoh:
“Budi keluar Rumah sambil membawa membawa motor kesayangannya, tiba - tiba di depannya lewatlah seorang pengemis tua renta membawa tongkat. dengan langkah gontai pengemis itu menengadahkan tangannya untuk meminta uang pada Budi. Budi merasa kasihan dan merogoh saku untuk mengambil uangnya”
d. Tokoh Dialog
Bagian ini hanya menerangkan NAMA dari tokoh (karakter) yang sedang mengeluarkan vokal, baik dialog maupun monolog. Umumnya dituliskan di tengah, Times New Roman, 12 pt, Capital, dan Bold.
e. Beat
Beat atau irama dalam skenario film merupakan istilah yang digunakan untuk mengetahui emosi tokoh di mana nantinya akan terlihat dalam bentuk ekspresi. Beat inilah yang menjadikan dialog yang diucapkan dan laku menjadi sinkron hingga memiliki arti dan motivasi. Beat ditulis dalam tanda kurung (…), huruf kecil, letaknya di bawah posisi tokoh dialog, dan bisa juga diselipkan di antara kalimat dialog, Times New Roman, dan 12 pt.
f. Dialog
Seperti yang sudah kamu ketahui bahwa dialog berisi kata-kata yang diucapkan tokoh. Format penulisan dialog adalah Times New Roman, 12 pt, huruf kecil, posisi agak ke tengah di bawah nama Tokoh. Ada beberapa hal saat menyusun format dialog, yaitu.
·         Siapa yang berdialog.
·         Dengan siapa dia berdialog.
·         Apa latar belakang tokoh tersebut. Misalnya dimana si tokoh itu bekerja
·         Di mana terjadinya dialog tersebut.
·         Bagaimana suasana hati tokoh yang berdialog.
·         Apa tujuan dialog tersebut, apakah permohonan, ancaman, dan sebagainya.
g. Transisi
dan yang terakhir adalah transisi. transisi digunakan dalam naskah untuk memudahkan sutradara dan kameraman untuk memvisualisasikan suatu cerita. dibawah ini adalah contohnya.
  1. BCU (BIG CLOSE UP): Pengambilan gambar dengan jarak yang sangat dekat. Biasanya, untuk gambar-gambar kecil agar lebih jelas dan detail, seperti anting tokoh.
  2. CU (CLOSE UP): Pengambilan gambar dengan jarak yang cukup dekat. Biasanya, untuk menegaskan detail sesuatu seperti ekspresi tokoh yang penting, seperti senyum manis atau lirikan mata. Tokoh biasanya muncul gambar wajah saja.
  3. COMMERCIAL BREAK: Jeda iklan. Penulis skenario harus memperhitungkan jeda ini, dengan memberi kejutan atau suspense agar penonton tetap menunggu adegan berikutnya.
  4. CREDIT TITLE: Penayangan nama tim kreatif dan orang yang terlibat dalam sebuah produksi
  5. CUT BACK TO: Transisi perpindahan dalam waktu yang cepat untuk kembali ke tempat sebelumnya. Jadi, ada satu kejadian di satu tempat, lalu berpindah ke tempat lain, dan kembali ke tempat semula.
  6. CUT TO: Perpindahan untuk menggambarkan peristiwa yang terjadi bersamaan, tetapi di tempat yang berbeda atau kelanjutan adegan di hari yang sama.
  7. DISSOLVE TO: Perpindahan dengan gambar yang semakin lama semakin kabur sebelum berpindah ke adegan berikutnya.
  8. ESTABLISHING SHOT: Pengambilan gambar secara keseluruhan, biasa disingkat ESTABLISH saja.
  9. EXT.(EXTERIOR): Menunjukan tempat pengambilan gambar diluar ruangan
  10. FADE OUT: Perpindahan gambar dari terang ke gelap secara perlahan.
  11. FADE IN: Perpindahan gambar dari gelap ke terang secara perlahan.
  12. FLASHBACK: Ulangan atau kilas balik peristiwa. Biasanya, gambarnya dibedakan dengan gambar tayangan sekarang.
  13. FLASHES: Penggambaran sesuatu yang belum terjadi dalam waktu cepat; contohnya: orang melamun.
  14. FREEZE: Aksi pada posisi terakhir. Harus diambil adegan yang terjadi pada tokoh utama dan dapat membuat penonton penasaran sehingga membuat penonton bersedia menunggu kelanjutannya.
  15. INSERT: Sisipan adegan pendek, tetapi penting di dalam satu scene.
  16. INTERCUT: Perpindahan dengan cepat dari satu adegan ke adegan lain yang berbeda dalam satu kesatuan cerita.
  17. INT. (INTERIOR): Pengambilan gambar pada jarak jauh. Biasanya untuk gambar yang terlihat secara keseluruhan.
  18. LS (LONG SHOT): Pengambilan gambar pada jarak jauh. Biasanya untuk gambar yang terlihat secara keseluruhan.
  19. MAIN TITLE: Judul cerita pada sinetron atau film.
  20. MONTAGE: Beberapa gambar yang menunjukkan adegan berurutan dan mengalir. Bisa juga menunjukkan beberapa lokasi yang berbeda, tetapi merupakan satu rangkaian cerita.
  21. OS (ONLY SOUND): Suara orang yang terdengar dari tempat lain; berbeda tempat dengan tokoh yang mendengarnya.
  22. PAUSE: Jeda sejenak dalam dialog, untuk memberi intonasi ataupun nada dialog.
  23. POV (POINT OF VIEW): Sudut pandang satu atau beberapa tokoh terhadap sesuatu yang memegang peranan penting untuk tokoh yang bersangkutan.
  24. SCENE: Berarti adegan atau bagian terkecil dari sebuah cerita.
  25. SLOW MOTION: Gerakan yang lebih lambat dari biasanya. Untuk menunjukkan hal yang dramatis.
  26. SFX (SOUND EFFECT): Untuk suara yang dihasilkan di luar suara manusia dan ilustrasi musik. Misalnya, suara telepon berdering, bel sekolah, dll.
  27. SPLIT SCREEN: Adegan berbeda yang muncul pada satu frame atau layar.
  28. TEASER: Adegan gebrakan di awal cerita untuk memancing rasa penasaran penonton agar terus mengikuti cerita.
  29. VO (VOICE OVER): Orang yang berbicara dalam hati. Suara yang terdengar dari pelakon namun bibir tidak bergerak
Nah untuk memudahkan agan sineas membuat naskah, warna - warna pada contoh naskah sengaja diberi sebagai contoh bagian - bagian naskah yang sudah dijelaskan diatas. mimin beri sedikit contohnya :



INT. RUMAH BUDI (DI PERUMAHAN SEDERHANA) – PAGI.
BUDI DAN PENGEMIS TUA
Budi keluar Rumah sambil membawa membawa motor kesayangannya, tiba - tiba di depannya lewatlah seorang pengemis tua renta membawa tongkat. dengan langkah gontai pengemis itu menengadahkan tangannya untuk meminta uang pada Budi. Budi merasa kasihan dan merogoh saku untuk mengambil uangnya"
Budi : CU (CLOSE UP) TANGAN BUDI (mengulurkan tangan) "ini pak maaf saya hanya bisa kasih segini."
pengemis : (mata berbinar binar) "terima kasih nak."


Nah agan sineas sineas, demikian sedikit trik untuk membuat naskah dalam perfilman. sudah banyak sineas - sineas yang membuat naskah yang berkualitas. jika mereka bisa kenapa kita tidak, karena dulu mereka juga sama seperti kita yang mengawali semua dari nol. so jangan menyerah dan selamat membuat film.



join us
group facebook         LIGHT cinemapictures
fanspage facebook    Light cinema pictures Film & Studio Televisi · Fotografer
Email                        lightcinemapictures@yahoo.co.id
twitter                       @filmmaker_LCP 

Minggu, 02 November 2014

Film terbaru Light Cinema Pictures

Hai agan sineas. kali ini akan memposting film baru kita yang berjudul "Nong Bendrong Lesung".

          Sinopsis dari film ini adalah tentang seorang wanita yang bernama Nisa sebagai seorang wanita penumbuk padi yang menjalani hidupnya dengan penuh cobaan. Nisa yang tinggal bersama dengan ibunya sering dikasari karena ibunya sering kesal lantaran beras yang didapat dari hasil menumbuknya sangat sedikit. berbekal jiwa seni di dalam hati Nisa, ia ingin membuat seni memukul lesung dengan menambahkan ketukan instrument di setiap pukulannya sehingga tercipta suatu melodi baru. dengan dibantu teman - temannya, Nisa dkk pun berlatih setiap hari membuat suatu instrument dari sebuah lesung dan menambahkan lirik sehingga menjadi awal terciptanya lagu "bendrong Lesung". Rencana Nisa dan kawan - kawan untuk terus berlatih karena mereka ingin membuat acara untuk menyambut panen padi dengan menggunakan instrument lesung yang mereka buat. namun takdir berkata lain karena di desa mereka, semua sawah mengalami gagal panen dan ada musibah yang menimpa salah satu pemain dari pemukul lesung tersebut. apakah Nisa dkk mampu untuk tetap menampilkan pertunjukkan mereka dengan 2 musibah tersebut?
pantang menyerah dan berani untuk gagal membuat mereka merasakan manisnya keberhasilan.


          Film ini dibuat oleh Light Cinema Pictures yaitu sebuah komunitas film Indie yang berasal dari Cilegon Banten yang bekerja sama dengan UKM Lingkup Seni dan Budaya (LISBU) dari STIE Bina Bangsa di kota Serang, Galaksi Multimedia Learning Center, dan Seven Studio. Film ini diadaptasi oleh sebuah kesenian asli cilegon yaitu Bendrong lesung. suatu kesenian atau ritual yang dilakukan masyarakat cilegon di zaman dahulu untuk untuk menyambut acara panen padi dengan cara memukul lesung bersama - sama sambil menyanyikan lagu. bagi agan yang ingin nonton filmnya bisa di lihat di alamat ini.
https://www.youtube.com/watch?v=dc5-L4r0po4
lets check this out