Minggu, 21 Desember 2014
Bagaimana Cara Membuat Film Horor
lightcinemapicture.blogspot.com - Hai agan sineas semua. kali ini LCP akan memposting tentang bagaimana cara membuat film horor yang membuat penonton yang melihat akan terlonjak kaget dari tempat duduknya. film horor sudah sangat terkenal di indonesia tahun 80an saat era alm Ibu Suzzana yang menjadi legenda dan mendapat julukan ratu horor indonesia. dan julukan itu bukan sekedar hanya cap saja, julukan itu muncul karena film horor yang disajikan benar - benar membuat penonton yang menonton di era itu sangat ketakutan dan tidak bisa tidur. itu berarti membuktikan bahwa film itu sangat berkualitas dan membuat jumpscare penontonnya. nah dibawah ini adalah bagaimana tips membuat film horor yang telah dirangkum dalam berbagai sumber. berikut tipsnya.
1. Ciptakan Suasana yang berubah secara mendadak
Dalam film horor, hal pertama yang harus diperhatikan adalah jangan langsung membawa penonton ke suasana horor secara inti terlalu lama dalam opening filmnya. itu berakibat rasa penasaran penonton akan jauh berkurang dan tidak akan kaget di saat film mendekati titik klimaks. jika ingin dimunculkan hantunya terlebih dahulu, perlihatkanlah sekilas saja untuk memicu rasa penasaran penonton seperti dalam film Insidious. ciptakan suasana yang tenang dan damai terlebih dahulu untuk membuat penonton merasa hanyut dalam cerita. ceritakan dulu latar belakang pemain, setting, dan alur sehingga penonton dibuat mengerti dari inti cerita film tersebut. lalu buatlah dari suasana damai tersebut dibuat berubah seperti hari yang berubah menjadi malam atau lolongan anjing dan hembusan angin yang kencang.
2. Karakter berbeda dari tiap pemain
Dalam film horor, banyak karakter yang berbeda bagi setiap pemain seperti pemberani, penakut dll. ciptakan 4 karakter secara garis besar.
a) Peran utama yang biasanya mempunyai sifat lebih pemberani dari teman - temannya dan memiliki rasa penasaran yang tingg untuk mendekati tempat yang seram dan bahaya.
b) Pemain yang mempunyai karakter sangat penakut dan akan jadi korban dalam cerita
c) Pemain yang mempunyai karakter sangat sombong dan tidak percaya adanya hantu atau hal gaib apapun. karakter ini biasanya mati paling akhir.
d) Pemain yang selalu memperingatkan tokoh utama untuk tidak mendekati tempat yang seram dan bahaya. karakter ini akan muncul di awal cerita. dan akan jadi penolong karakter utama saat dia dalam bahaya saat cerita mendekati klimaks.
3. Berikan alasan kuat untuk mendekati tempat berbahaya
Di bagian ini adalah titik dimana cerita horor mulai naik emosi gradasinya. bisa disebut sebagai pemicu cerita ini terbentuk. alasan kuat banyak macamnya seperti pemain utama yang penasaran dengan daerah angker atau mungkin ada pemain yang hilang secara tiba - tiba yang memaksa karakter utama dan kawan - kawannya mendekati daerah tersebut.
4. Jumpscare!!
Ini adalah point terpenting atau bisa disebut bumbu cabai dalam suatu makanan. semua film horor selalu memakai jumpscare dalam tiap franchise filmnya. jumpscare adalah suatu adegan yang bersifat mengagetkan atau muncul secara tiba - tiba dan diiringi dengan sound effect. dicirikan sebagai hantu yang berkelebat secara cepat di belakang pemain atau wajah hantu yang muncul secara tiba - tiba. jumpscare terbukti ampuh membuat penonton berteriak atau sekedar melompat dari kursi. yang menentukan film horor seram atau tidak selain alur cerita dan hantu yang seram adalah efek jumpscare. efek jumpscare contohnya dibawah ini.
https://www.youtube.com/watch?v=fGT87k_CVJ0
5. Bangkitkan suasana horor
Selain jumpcare, item - item yang dibutuhkan dalam film horor adalah musik. pemilihan musik harus sangat tepat antara adegan dengan alunan musik agar emosi penonton terbangun. selain itu munculkan hal yang bersifat gaib seperti bangku yang bergerak sendiri, benda yang jatuh tiba - tiba, sarang laba - laba di sudut ruangan, suara derit pintu, suara tawa atau tangis yang tak jelas dari mana asalnya, sampai lolongan serigala. kombinasi yang tepat dari semua ramuan item tersebut sangat dibutuhkan untuk membuat film horor menjadi sangat menakutkan
6. Sendirian
Item ini bisa dibilang titik dimana cerita hampir klimaks. dimana setiap pemain terpencar dan akhirnya mereka bergerak sendiri - sendiri. 87% penonton akan cepat terbawa suasana saat adegan pemain sedang sendirian karena otak penonton akan memproyeksikan adegan pemain tersebut ke dalam alam bawah sadarnya. sehingga penonton seolah - olah merasakan kengerian sama seperti pemain tersebut. dalam film horor pemain terpencar dikarenakan diculik oleh hantu atau meninggal daerah berbahaya tersebut. dalam film slasher, biasanya karakter dibunuh.
7. Cliffhanger
Item ini sangat sering dipakai dalam setiap Franchise ending film Horor seperti INSIDIOUS, PHOBIA, dan JAILANGKUNG. Cliffhanger adalah ending dari film yang bersifat menggantung atau cerita tidak selesai. gradasi film ending Cliffhanger ini bersifat kurva turun mendekati akhir saat ending dan tiba - tiba mendadak naik yang menimbulkan sejuta pertanyaan di hati penonton. biasanya ditandai dengan hantu yang yang datang kembali secara tiba - tiba. menurut para sineas horor, Cliffhanger menimbulkan kesan bahwa hantu atau hal yang bersifat gaib tidak akan hilang karena itu bersifat abadi dan selalu terulang kembali di kehidupan yang lain.
Nah itulah sedikit tips dari Light Cinema Pictures tentang cara membuat film horor. tidak selamanya film horor memunculkan adegan vulgar atau dunia malam, karena terbukti banyak film horor yang berhasil tanpa menculkan adegan tersebut. kita seharusnya bangga dengan jasa para sineas pendahulu kita karena dulu film horor indonesia era 80an menjadi film horor terbaik. dan sebagai generasi berikutnya kita harus meneruskannya, jangan pernah menyerah untuk membuat film yang berkualitas. seperti kata orang bijak
"jangan mengejar kesuksesan lalu kau dapat bahagia, tetapi berbahagialah dulu seperti apapun dirimu sekarang maka kesuksesan akan datang"
nah kawan sineas, selamat membuat film.
join us
group facebook LIGHT cinemapictures
fanspage facebook Light cinema pictures Film & Studio Televisi · Fotografer
Email lcpmovie@yahoo.com
twitter @filmmaker_LCP
Kamis, 11 Desember 2014
Trik Membuat Naskah Film
Naskah yang baik tentu saja akan menghasilkan film yang berkualitas pula. inilah perlu adanya kerja sama dan chemistry yang kuat antara 3 posisi job desk yang menjadi pilar utama dalam membuat suatu film yaitu produser yang bertugas mendanai dan memfasilitasi semua item - item cerita di dalam suatu naskah. Lalu penulis naskah yang yang bertugas merangkai cerita, emosi antar karakter, setting juga waktu dalam cerita tersebut. dan yang terakhir adalah Sutradara. jelas karena sutradara bertanggung jawab penuh memvisualisasikan semua adegan dalam kerangka naskah tersebut. inilah diperlukan kerjasama yang kuat dari 3 pilar tersebut. jika sutradara gagal memvisualisasikan naskah, berdampak pada pesan cerita dari naskah yang ditulis oleh penulis naskah tidak tersampaikan dan dana yang keluar dari kantong produser sia - sia dan siap - siap saja para kritikus film akan menghujat habis - habisan film yang kita buat.
Banyak sineas film - film di indonesia atau luar negeri melakukan 2 pekerjaan sekaligus yaitu sutradara sekaligus penulis naskah dengan tujuan mengurangi banyaknya kerjasama dengan banyak orang sekaligus menghemat biaya pembuatan film. Namun, dengan kematangan skenario yang dibuat, akan lebih memungkinkan menghasilkan film yang baik pula. Ada beberapa point penting sebelum menciptakan sebuah skenario. agan harus tahu dulu bagaimana cerita dasar sebuah film, karakter yang bermain dalam film tersebut, hingga lokasi di mana adegan dibuat. Nah, mengenai skenario, kira-kira seperti apa sih contoh format skenario film? lets check this out.
a. Judul Scene
film biasanya dibuat dengan menampilkan tempat suatu adegan dalam cerita tersebut. untuk di dalam ruangan menggunakan INT (intern) dan dan di luar ruangan menggunakan EXT (extern) Umumnya, format penulisan
menggunakan font Times New Roman, 12 pt, Capital, Bold, dan Underline.
Contoh:
1. INT. RUMAH BUDI (DI PERUMAHAN SEDERHANA) – PAGI.
2. EXT. KUBURAN BELANDA – MALAM.
b. Nama Pemeran
Sebenarnya,
format skenario internasional dalam penulisan nama tidak umum
dituliskan. Namun, di Indonesia ada beberapa penulis skenario menganggap
menuliskan nama penting dan berada tepat di bawah judul scene. Umumnya
menggunakan Times New Riman, 10 ot, Capital. Contoh:
INT. RUMAH BUDI (DI PERUMAHAN SEDERHANA) – PAGI.
BUDI, PEMILIK RUMAH
c. Deskripsi Visual
Deskripsi visual adalah keterangan suasana, tempat kejadian, dan peristiwa yang ada
dalam scene tersebut, inilah yang merupakan patokan seorang Sutradara untuk memvisualisasikan cerita dalam naskah tersebut Contoh:
“Budi keluar Rumah sambil membawa membawa motor kesayangannya, tiba - tiba di depannya lewatlah seorang pengemis tua renta membawa tongkat. dengan langkah gontai pengemis itu menengadahkan tangannya untuk meminta uang pada Budi. Budi merasa kasihan dan merogoh saku untuk mengambil uangnya”
d. Tokoh Dialog
Bagian
ini hanya menerangkan NAMA dari tokoh (karakter) yang sedang
mengeluarkan vokal, baik dialog maupun monolog. Umumnya dituliskan di
tengah, Times New Roman, 12 pt, Capital, dan Bold.
e. Beat
Beat
atau irama dalam skenario film merupakan istilah yang digunakan untuk
mengetahui emosi tokoh di mana nantinya akan terlihat dalam bentuk
ekspresi. Beat inilah yang menjadikan dialog yang diucapkan dan laku
menjadi sinkron hingga memiliki arti dan motivasi. Beat ditulis dalam
tanda kurung (…), huruf kecil, letaknya di bawah posisi tokoh dialog,
dan bisa juga diselipkan di antara kalimat dialog, Times New Roman, dan
12 pt.
f. Dialog
Seperti
yang sudah kamu ketahui bahwa dialog berisi kata-kata yang diucapkan
tokoh. Format penulisan dialog adalah Times New Roman, 12 pt, huruf
kecil, posisi agak ke tengah di bawah nama Tokoh. Ada beberapa hal saat
menyusun format dialog, yaitu.
· Siapa yang berdialog.
· Dengan siapa dia berdialog.
· Apa latar belakang tokoh tersebut. Misalnya dimana si tokoh itu bekerja
· Di mana terjadinya dialog tersebut.
· Bagaimana suasana hati tokoh yang berdialog.
· Apa tujuan dialog tersebut, apakah permohonan, ancaman, dan sebagainya.
g. Transisi
dan yang terakhir adalah transisi. transisi digunakan dalam naskah untuk memudahkan sutradara dan kameraman untuk memvisualisasikan suatu cerita. dibawah ini adalah contohnya.- BCU (BIG CLOSE UP): Pengambilan gambar dengan jarak yang sangat dekat. Biasanya, untuk gambar-gambar kecil agar lebih jelas dan detail, seperti anting tokoh.
- CU (CLOSE UP): Pengambilan gambar dengan jarak yang cukup dekat. Biasanya, untuk menegaskan detail sesuatu seperti ekspresi tokoh yang penting, seperti senyum manis atau lirikan mata. Tokoh biasanya muncul gambar wajah saja.
- COMMERCIAL BREAK: Jeda iklan. Penulis skenario harus memperhitungkan jeda ini, dengan memberi kejutan atau suspense agar penonton tetap menunggu adegan berikutnya.
- CREDIT TITLE: Penayangan nama tim kreatif dan orang yang terlibat dalam sebuah produksi
- CUT BACK TO: Transisi perpindahan dalam waktu yang cepat untuk kembali ke tempat sebelumnya. Jadi, ada satu kejadian di satu tempat, lalu berpindah ke tempat lain, dan kembali ke tempat semula.
- CUT TO: Perpindahan untuk menggambarkan peristiwa yang terjadi bersamaan, tetapi di tempat yang berbeda atau kelanjutan adegan di hari yang sama.
- DISSOLVE TO: Perpindahan dengan gambar yang semakin lama semakin kabur sebelum berpindah ke adegan berikutnya.
- ESTABLISHING SHOT: Pengambilan gambar secara keseluruhan, biasa disingkat ESTABLISH saja.
- EXT.(EXTERIOR): Menunjukan tempat pengambilan gambar diluar ruangan
- FADE OUT: Perpindahan gambar dari terang ke gelap secara perlahan.
- FADE IN: Perpindahan gambar dari gelap ke terang secara perlahan.
- FLASHBACK: Ulangan atau kilas balik peristiwa. Biasanya, gambarnya dibedakan dengan gambar tayangan sekarang.
- FLASHES: Penggambaran sesuatu yang belum terjadi dalam waktu cepat; contohnya: orang melamun.
- FREEZE: Aksi pada posisi terakhir. Harus diambil adegan yang terjadi pada tokoh utama dan dapat membuat penonton penasaran sehingga membuat penonton bersedia menunggu kelanjutannya.
- INSERT: Sisipan adegan pendek, tetapi penting di dalam satu scene.
- INTERCUT: Perpindahan dengan cepat dari satu adegan ke adegan lain yang berbeda dalam satu kesatuan cerita.
- INT. (INTERIOR): Pengambilan gambar pada jarak jauh. Biasanya untuk gambar yang terlihat secara keseluruhan.
- LS (LONG SHOT): Pengambilan gambar pada jarak jauh. Biasanya untuk gambar yang terlihat secara keseluruhan.
- MAIN TITLE: Judul cerita pada sinetron atau film.
- MONTAGE: Beberapa gambar yang menunjukkan adegan berurutan dan mengalir. Bisa juga menunjukkan beberapa lokasi yang berbeda, tetapi merupakan satu rangkaian cerita.
- OS (ONLY SOUND): Suara orang yang terdengar dari tempat lain; berbeda tempat dengan tokoh yang mendengarnya.
- PAUSE: Jeda sejenak dalam dialog, untuk memberi intonasi ataupun nada dialog.
- POV (POINT OF VIEW): Sudut pandang satu atau beberapa tokoh terhadap sesuatu yang memegang peranan penting untuk tokoh yang bersangkutan.
- SCENE: Berarti adegan atau bagian terkecil dari sebuah cerita.
- SLOW MOTION: Gerakan yang lebih lambat dari biasanya. Untuk menunjukkan hal yang dramatis.
- SFX (SOUND EFFECT): Untuk suara yang dihasilkan di luar suara manusia dan ilustrasi musik. Misalnya, suara telepon berdering, bel sekolah, dll.
- SPLIT SCREEN: Adegan berbeda yang muncul pada satu frame atau layar.
- TEASER: Adegan gebrakan di awal cerita untuk memancing rasa penasaran penonton agar terus mengikuti cerita.
- VO (VOICE OVER): Orang yang berbicara dalam hati. Suara yang terdengar dari pelakon namun bibir tidak bergerak
INT. RUMAH BUDI (DI PERUMAHAN SEDERHANA) – PAGI.
BUDI DAN PENGEMIS TUABudi : CU (CLOSE UP) TANGAN BUDI (mengulurkan tangan) "ini pak maaf saya hanya bisa kasih segini."
pengemis : (mata berbinar binar) "terima kasih nak."
Nah agan sineas sineas, demikian sedikit trik untuk membuat naskah dalam perfilman. sudah banyak sineas - sineas yang membuat naskah yang berkualitas. jika mereka bisa kenapa kita tidak, karena dulu mereka juga sama seperti kita yang mengawali semua dari nol. so jangan menyerah dan selamat membuat film.
join us
group facebook LIGHT cinemapictures
fanspage facebook Light cinema pictures Film & Studio Televisi · Fotografer
Email lightcinemapictures@yahoo.co.id
twitter @filmmaker_LCP
Minggu, 02 November 2014
Film terbaru Light Cinema Pictures
Hai agan sineas. kali ini akan memposting film baru kita yang berjudul "Nong Bendrong Lesung".
Sinopsis dari film ini adalah tentang seorang wanita yang bernama Nisa sebagai seorang wanita penumbuk padi yang menjalani hidupnya dengan penuh cobaan. Nisa yang tinggal bersama dengan ibunya sering dikasari karena ibunya sering kesal lantaran beras yang didapat dari hasil menumbuknya sangat sedikit. berbekal jiwa seni di dalam hati Nisa, ia ingin membuat seni memukul lesung dengan menambahkan ketukan instrument di setiap pukulannya sehingga tercipta suatu melodi baru. dengan dibantu teman - temannya, Nisa dkk pun berlatih setiap hari membuat suatu instrument dari sebuah lesung dan menambahkan lirik sehingga menjadi awal terciptanya lagu "bendrong Lesung". Rencana Nisa dan kawan - kawan untuk terus berlatih karena mereka ingin membuat acara untuk menyambut panen padi dengan menggunakan instrument lesung yang mereka buat. namun takdir berkata lain karena di desa mereka, semua sawah mengalami gagal panen dan ada musibah yang menimpa salah satu pemain dari pemukul lesung tersebut. apakah Nisa dkk mampu untuk tetap menampilkan pertunjukkan mereka dengan 2 musibah tersebut?
pantang menyerah dan berani untuk gagal membuat mereka merasakan manisnya keberhasilan.
Film ini dibuat oleh Light Cinema Pictures yaitu sebuah komunitas film Indie yang berasal dari Cilegon Banten yang bekerja sama dengan UKM Lingkup Seni dan Budaya (LISBU) dari STIE Bina Bangsa di kota Serang, Galaksi Multimedia Learning Center, dan Seven Studio. Film ini diadaptasi oleh sebuah kesenian asli cilegon yaitu Bendrong lesung. suatu kesenian atau ritual yang dilakukan masyarakat cilegon di zaman dahulu untuk untuk menyambut acara panen padi dengan cara memukul lesung bersama - sama sambil menyanyikan lagu. bagi agan yang ingin nonton filmnya bisa di lihat di alamat ini.
https://www.youtube.com/watch?v=dc5-L4r0po4
lets check this out
Sinopsis dari film ini adalah tentang seorang wanita yang bernama Nisa sebagai seorang wanita penumbuk padi yang menjalani hidupnya dengan penuh cobaan. Nisa yang tinggal bersama dengan ibunya sering dikasari karena ibunya sering kesal lantaran beras yang didapat dari hasil menumbuknya sangat sedikit. berbekal jiwa seni di dalam hati Nisa, ia ingin membuat seni memukul lesung dengan menambahkan ketukan instrument di setiap pukulannya sehingga tercipta suatu melodi baru. dengan dibantu teman - temannya, Nisa dkk pun berlatih setiap hari membuat suatu instrument dari sebuah lesung dan menambahkan lirik sehingga menjadi awal terciptanya lagu "bendrong Lesung". Rencana Nisa dan kawan - kawan untuk terus berlatih karena mereka ingin membuat acara untuk menyambut panen padi dengan menggunakan instrument lesung yang mereka buat. namun takdir berkata lain karena di desa mereka, semua sawah mengalami gagal panen dan ada musibah yang menimpa salah satu pemain dari pemukul lesung tersebut. apakah Nisa dkk mampu untuk tetap menampilkan pertunjukkan mereka dengan 2 musibah tersebut?
pantang menyerah dan berani untuk gagal membuat mereka merasakan manisnya keberhasilan.
Film ini dibuat oleh Light Cinema Pictures yaitu sebuah komunitas film Indie yang berasal dari Cilegon Banten yang bekerja sama dengan UKM Lingkup Seni dan Budaya (LISBU) dari STIE Bina Bangsa di kota Serang, Galaksi Multimedia Learning Center, dan Seven Studio. Film ini diadaptasi oleh sebuah kesenian asli cilegon yaitu Bendrong lesung. suatu kesenian atau ritual yang dilakukan masyarakat cilegon di zaman dahulu untuk untuk menyambut acara panen padi dengan cara memukul lesung bersama - sama sambil menyanyikan lagu. bagi agan yang ingin nonton filmnya bisa di lihat di alamat ini.
https://www.youtube.com/watch?v=dc5-L4r0po4
lets check this out
Langganan:
Komentar (Atom)

